Minggu, 10 Januari 2016

sebuah kata dari dalamnya relung



21 Second Blossom


Melihat cahaya bintang- bintang dilangitnya malam
Sekali, dua kali terdengar gema angin mendesah
Amat sangat dalam terasa di hatiku
Seperti sebuah cerita, angin itu akan terbenam
Dengan gemuruh dari musik terbaik di dalamnya
Akhirnya waktu pun akan berputar
Angin tersebut tenggelam perlahan- lahan
Baiklah, raih semua yang ada diseluruh dunia, bumi, beserta isinya
Bawalah bunga dan cahaya itu hingga terlihat
Dizaman saat kita mempertajam perasaan kita, kita tidak akan pernah tahu
Suaramu akan memudar
Mata kita berkaca pada seseorang yang akhirnya berteriak
Berpikir seperti angin, berharap terbang ke bulan
Aku akan berjuang hidup lebih kuat hari ini
Suatu hari perasaanmu akan menggugah perasaan seseorang
Bersinarlah
Bagaikan bintang-bintang itu

Malam sangatlah pekat
Hingga aku tak sanggup memandang kegelapan yang penuh bintang
Aku merasakannya hingga aku tak tahu bagaimana rasanya
Namun aku juga harus mengakui
Semua itu tidak bisa berlangsung karena waktu tidak pernah berhenti
Dan ada saatnya aku seperti meraih segalanya
Namun aku takkan bisa membawa bunga yang bercahaya
Jika cahaya itu sudah menyinari segalanya
Aku tak perlu membawanya hingga terlihat
Karena dia sudah terlihat
Dan perlahan suara- suara itu akan memudar dengan sendirinya
Begitupun mata kita, yang harus berkaca pada yang lain sebagai refleksi
Hingga kita merasa jauh dan berteriak tentang perasaan masing- masing

Kita juga mencoba seperti angin, menelusuri seluruh ruang masa
Dan berjanji berjuang untuk hidup lebih kuat dari hari ini
Karena ku yakin perasaan ini akan menggugah semua yang ada disekitarku
Begitu pula denganmu
Aku akan bersinar
Seperti bintang di kegelapan malam
Berbinar mengalahkan kegelapan yang menyelimuti